Selasa, Desember 16, 2008

Hari Ini Milik Anda

Oleh : Arko

========

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan , kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan . Tanamlah kebaikan sebanyakbanyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepadaNya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.

{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.}

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian

Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda ) : Harimu adalah hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?

Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin , atau mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi? Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.

Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain . Hanya hari ini aku
berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur

Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada al-Qur'an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat. Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya', dan

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang
kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil,

Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu . Kamu telah
meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."

"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum
diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."

"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

© La Tahzan

Senin, Desember 15, 2008

Pelaku “Kondomisasi” Dikategorikan "Pembohong Agama"

Menurut hukum Islam, kampanye “kondomisasi” hukumnya sama dengan memfasilitasi orang berbuat zina. Tergolong fitnah fiiddin dan dosa besar

Hidayatullah.com--Penyebaran virus HIV/AIDS sudah sangat massif. Oleh karena itu, pembagian kondom secara gratis merupakan solusi terakhir dan cara paling aman untuk mencegah menjalarnya penyakit mematikan ini.

Namun, apakah betul demikian? Pembagian ribuan kondom gratis atau kondomisasi dapat mencegah penyebaran HIV/AIDS?. Alih-alih mencegah, malah menyuburkan free sex. Masyarakat setidaknya digiring untuk membolehkan seks bebas asal pakai kondom.

Nampaknya cara berfikir seperti ini ditolak mentah-mentah oleh kalangan ahli Fikih (Hukum Islam). Prof. Dr. Chuzaimah Tahido Yanggo mengatakan, pembagian kondom sama halnya menyuruh orang berzina. Menurutnya, pembagi kondom tersebut sama artinya menfasilitasi orang untuk berzina.

“Walaupun pembagi tersebut tidak berzina, namun perbuatannya itu hukumnya tetap haram dan berdosa,” katanya.

Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, berdasarkan (QS. al-Mai'dah: 2), yang buntinya, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Bagi Chuzaimah, membagikan kondom termasuk menolong orang untuk bermaksiat. Dengan adanya kondomisasi orang dengan leluasa akan berzina. Padahal mendekati zina saja dilarang, apalagi berzina. Sebagaimana dalam QS, Al-Israa: 32: “Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang.”

Bagi Chuzaimah, para ulama menjelaskan bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang disebutkan itu tak ada perselisihan. “Janganlah mendekati zina”, maknanya lebih dalam dari perkataan: “Janganlah kamu berzina” itu sendiri. Tafsirnya dapat dijelaskan jJanganlah mendekati yang berhubungan dengan zina, membawa kepada zina, apalagi sampai berbuat zina.

“Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa zina termasuk Al-Kabaa'ir (dosa-dosa besar) berdasarkan ayat di atas dan sabda Nabi yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam,” ujarnya.

Selanjutnya, Chuzaimah menyebut betapa ruginya orang berbuat zina. “Karena kerasnya larangan tersebut, wajar jika pezina ditimpa virus HIV/AIDS, dan itu masih siksa di dunia, belum di nereka,” tambahnya.

Fitnah Fiiddin

Senada dengan Chuzaimah, Ketua MUI Jatim, Abdul Shomad juga mengatakan, pembagian kondom adalah langkah praktis yang meniru-niru Barat. Padahal, bila mau menimbang mafasadah-nya lebih banyak daripada maslahah-nya. Dan pembagian kondom tersebut tidak lain hanya untuk menyuburkan praktek perzinahan.

Dua pernyataan di atas dikuatkan, Abdul Kholik Lc. Pengasuh konsultasi Fikih di situs www.hidayatullah.com. Menurut Dosen STAIL Hidayatullah Surabaya ini, kondomisasi merupakan tindakan melindungi perilaku penyimpangan atau perzinahan.

“Jangan karena alasan AIDS susah diberantas, lalu pembagian kondom dilakukan,” katanya. Lebih dari itu, menurutnya, pembagian kondom merupakan bentuk pembodohan dan pembohongan kepada masyarakat. Mereka ingin mendistorsi (memutarbalikkan) fakta bahwa 'zina itu haram' asal dengan pendekatan seks aman (safe sex) atau memakai kondom.

Kholik, mengatakan bahwa pelaku kondomisasi termasuk dalam kategori fitnah fiddin atau pembohongan terhadap agama. Karena mencoba menghalalkan perzinahan dengan dalih kondom. Sebetulnya, mereka ingin free sex tetap tumbuh subur. Tindakan pembagian kondom tersebut, termasuk dalam kategori haram serta berdosa.

Hal ini menurut Kholik sesuai dengan QS. An-Nur,19, yaitu: “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak Mengetahui.”

Menurut Kholik, ada dua kesalahan yang sering dilakukan oleh pemerintah dan para pegiat HIV/AIDS adalah memberantas virus tersebut bukan dari akarnya. Seperti kondom, bila mau mengukur sejauhmana efektifitas kondom dalam menekan laju penyebaran HIV/AIDS justru lebih banyak mafsadah (kerusakannya) ketimbang manfaatnya.

“Tidak ada ceritanya dengan menggunakan kondom, lalu free sex akan berkuranng,” katanya.

Kedua, faktor lokalisasi. Tidak dimungkiri, adanya lokalisasi atau prostitusi legal di sejumlah tempat yang jumlahnya kini kian meningkat tidak membuat free sex berkurang dan ataupun terpusat dalam satu tempat. Justru pelakunya makin canggih dan memanfaatkan dunia maya (internet). Hal ini, menurutnya karena faktor legalitas lokalisasi oleh pemerintah.

Oleh karena solusi satu-satunya dalam memberangus virus HIV/AIDS yaitu dengan cara memberantas akarnya. Yakni pemerintah harus berusaha membubarkan tempat prostitusi dan menstop pembagian kondom.

Penolakan hukum Islam akan memberangus mata pencaharian, menurut Kholik adalah alasan yang tidak masuk akal. Sebab, diberlakukanya syariah tidak akan membawa mafsadah (kerusakan) justru maslahah (kebaikan).

Pendapat ini juga diamini KH. Abdul Shomad. Menurut Shomad, seharusnya pemerintah jangan takut membuat kebijakan untuk membubarkan tempat prostitusi karena faktor kehidupan. Hal itu, menurutnya bukan persoalan mendasar karena pekerjaan bagi orang beriman itu masih banyak yang halal, tinggal mau berusaha. Dan situlah juga dituntut peran pemerintah dalam melakukan pemberdayaan.

Nah, pada intinya, semua ahli Fikih ini berpendapat, langkah terbaik mencegah tumbuhnya HIV/AIDS ya menjauhkan diri dari perbuatan zina dan seks bebas tadi. Bukan menfasilitasinya. [anshar/cha/www.hidayatullah.com]